<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114255558713982775</id><updated>2012-02-16T17:03:48.195-08:00</updated><category term='anak-anak ibu pertiwi'/><title type='text'>AN@K ZAMAN</title><subtitle type='html'>"No War But The Class War"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://anak2zaman.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak2zaman.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Irsyanomics</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05827927880281167916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114255558713982775.post-9207466691080036392</id><published>2008-04-23T18:45:00.001-07:00</published><updated>2008-04-23T19:13:51.202-07:00</updated><title type='text'>PENDIDIKAN KITA MEMBOSANKAN</title><content type='html'>“kalo ndak sekolahko moko jadi apa(Kerja apa)”     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Itu kata-kata yang sering kita dengar dari para orang tua jika mengacuhkan atau sedikit membangkang dengan system pendidikan kita yang benar nama sekolah. Sekolah bagi para pelaku sekarang hanya sekedar sebuah rutinitas belaka untuk sekedar mengugurkan kewajiban dari ortu agar kelak kita dapat menjadi orang, yang mereka maksud dengan mendapatkan pekerjaan yang layak dengan upah yang tinggi. Sekolah yang dulu hanya sekedar untuk mengisi waktu luang telah bergeser rutinitas yang membosankan. Begitu juga pendidikan yang telah mengalami proses distorsi dari penanaman nilai kualitatif (kemanusiaan) menjadi pemberiaan nilai-nilai kuantitaif(0-10 atau A-E). &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sekolah, system pendidikan, dan apapun itu namanya hanya membuat kita teralenasi. Kita menjadi bukan diri kita sendiri. Seharusnya kita yang lebih condong ke Sastra dan menyenangi seni tapi akibat kedua hal itu tidak menjanjikan secara financial maka kita lebih memilih menjadi dokter atau akuntan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Perubahan nama instansi pendidikan dari SMP menjadi SLTP, SMA menjadi SLTA lalu SMU, dan pemberian nama Akademi, Sekolah Tinggi, Institut, dan univesitas hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar. Demikian juga dengan penganti kurikulum hanya menciptakan tenaga kerja yang siap-siap dieksploitasi. Bergantinya kurikulum sekolah dari kurikulum 1994 menjadi kurikulum berbasis kompentensi makin mengindikasikan bahwa system pendidikan kita hanya untuk menciptakan orang yang akan mengabdikan dirinya pada pemilik madal. Iklan-iklan yang katanya layanan masyarakat yang mengarahkan bahwa sekolah kejuruan akan menyelesaikan masalah-masalah ketenagakerjaan hari ini. Penegasan iklan itu bahwa sekolah dibuat sebagai pabrik yang akan menciptakan sebuah komoditi yang kita beri nama tenaga kerja(worker, labor, and employmend).&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Penguasa yang berkedok pemerintah telah bekerjasama dengan para pemilik modal yang bertopeng mengekang kita dalam sebuah system pendidikan. Membuat peraturan yang paling kecil hingga Undang-undangnya. Kita yang masih duduk dibangku sekolah diwajibkan untuk mematuhi seluruh jam pelajaran. Hal itu agar kelak saat keluar kita selalu mematuhi jam kerja yang telah diatur oleh majikan atau bos kita.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kurikulum kita hari jelas-jelas diarahkan oleh pasar. Pelajaran-pelajaran atau pengetahuan yang dianggap tidak relevan dengan kondisi pasar tidak akan dimasukkan ke dalam kurikulum. Saya yang merupakan mahasiswa Ekonomi yang mau belajar salah satu aliran ekonomi harus gigit jari karena itu tidak akan silabus-silabus kurikulum para dosen. Itu terjadi karena pemikiran ekonomi tersebut tidak sesuai dengan mekanisme pasar sehingga tidak dimasukkan. Kawan-kawanku pun yang belajar di social harus mengelus dada akibat tidak mendapatkan kajian social kritis. Yang lebih rancu dan lebih aneh adalah ada beberapa mata kulih atau mata pelajaran yang juga tidak dibutuhkan pasar ternyata dimasukan ke dalam kurikulum. Mata kuliah itu ditunjukan untuk tetap mempertahankan dominasi pemerintah yang malu menyebut diri mereka sebagai penguasa. Itu semua dilakukan agar simbiosis mutualisme yang dilakukan oleh pemerintah dengan para kaum borjuasi tetap dapat berjalan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kerjasama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara pemerintah dan pemilik modal untuk mengarahkan system pendidikan kita tidak selesai sampai pada peraturan kecil tapi sudah sampai ke Undang-undang(UU), Keputusan Presiden (Keppres), Peraturan Pemerintah(PP), serta masih banyak peraturan lainnya yang saling melengkapi. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Yang nyata dari kerjasama itu yakni lahirnya Memorandum of &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Understanding(MoU) yang bernama RUU BHP. Dalam RUU BHP ini memperboleh para investor memasukan dananya ke pendidikan. Dan kita ketahui bersama bahwa para Corporasi tidak akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melakukan dengan berlandaskan pada profit oriented. Sehingga ke depannya kondisi seklah-sekolah kita dan system pendidikan akan semakin membosankan. Kita hari ini duduk di bangku sekolah bukan untuk mememitik pengetahuan tapi untuk memburu pekerjaan&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kalau kondisi ini terus terjadi dan diperparah oleh akan disahkannya RUU BHP maka “pendidikan kita akan sangat membosankan”. Kita semua akan berada pada masa yang stagnan yang mereka (pemerintah dan Investor) sebut sebagai keteraturan yang dibungkus dalam konsep yang kita kenal dengan nama peraturan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Diinspirasi : dari diskusi dengan kawan-kawanku dan setelah membaca semua artikel dari seorang ibu rumah tangga yang diterbitkan media yang tertulis ‘Apokalips’ pada halaman pertama bagian atas. Judul artikelnya “Politik kita menjenuhkan”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114255558713982775-9207466691080036392?l=anak2zaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak2zaman.blogspot.com/feeds/9207466691080036392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8114255558713982775&amp;postID=9207466691080036392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/9207466691080036392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/9207466691080036392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak2zaman.blogspot.com/2008/04/pendidikan-kita-membosankan_23.html' title='PENDIDIKAN KITA MEMBOSANKAN'/><author><name>Irsyanomics</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05827927880281167916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114255558713982775.post-8148419023682194631</id><published>2008-04-11T06:14:00.000-07:00</published><updated>2008-04-11T07:07:17.557-07:00</updated><title type='text'>Anarkis bukan Bar-bar</title><content type='html'>Hari jumat (11/4), lagi ngak bikin apa-apa di kampus karena ruang senat terkunci dan si pemegang kunci tidak nongol. Nongkrong di senat n kebetulan liat pamflet diskusi yang akan diakan oleh Gema Pembebasan abis Jumatan. tak lama berselang abis sholat jumat diskusinya agak molor dikit. bukan itu hanya itu masalahnya karena para pembicara yang direncanakan hadir belum juga menampakan batang hidungnya. Rencananya diskusi tersebut menghadirkan Ketua Gema Pembebasan Sulsel, Ketua HmI Cabang Makassar Timur, dan Ketua Kammi Daerah Sulsel sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speaker. &lt;/span&gt;Tema dari diskusi itu yakni 'Kekerasan di Indonesia: akar masalah dan solusinya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yang lagi mempersiapkan spanduk untuk 'Karnaval May Day'  mendengar  Nanang  lagi  menerima telepon  dari Ketua  cabang untuk  mengantikannya  dalam diskusi.  kemudian  saya  menegur  nanang, "kak, kenapa sedeng ketua cabang".&lt;br /&gt;"flu beratki bede,beratnya 2 kilo",ceplosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diskusinya dah mulai, nanang lalu naik ke Aula FIS A yang  jadi tempat  diskusi. karena  ingin juga mengikuti  diskusi.  spanduk satu per satu ku lipat akan ku masukkan ke dalam tas, untuk diredam karena banyak tempelan kertasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naik ke Aula FIs A yang berada lantai dua fakultas. diskusinya dah mulai n salah seorang pembicara tidak ada yakni ketua KAMMI. Pembicara dari Gema juga bukan Rais,ketua gema sulsel, tapi ketua Gema unhas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata diskusi dah mulai jalan n memasuki sesi pertanyaan. Rais, menjadi penanya pertama sedikit  menyinggung tentang anarkis.jadi saya agak tertarik untuk ikut mendiskusikannya. karena  anak2 Gema pun dah tidak menganggap anarkis sebagai kekerasan. setelah dipersilah oleh moderator sebagai penanggap kedua saya langsung mengucapkan salam. "Anarkis itu bukan Barbar, bukan kebrutalan,"lantangku. sambil menghela sedikit nafas kulanjutkan ocehanku bahwa anarkis sebagai sebuah paham yang menolak oteritarian dan menolak sistem negara dan pemerintahan hari ini. Dan menurutku bahwa akar permasalahan dari semua kekerasan yang terjadi baik secara sistematis dan reaksioner akibat dari peristiwa insidentil adalah kemiskinan atau ekonomi(determinis marx buangeet). oleh karena solusinya ngak usah yang melangit, liat dulu peristiwa kelaparan yang terjadi di Makassar(Kasus Dg.Besse) dan pengusuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban dari pembicara dari Gema atas tanggapanku, agak keras karena menganggap anarkis sebagai sebuah paham yang utopis. Dia juga mengajak mendiskusikan tentang ideologi serta menawarkan bahwa solusinya adalah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang datang ketua KAMMI Sulsel,.Moderator mempersilahkan kepada ketua Kamda untuk menyampaikan solusi yang diberikan atas tidak kekerasan. jawabannya pun dapat ditebak."Islam".&lt;br /&gt;Yang agak berbeda datang dari Nanang yang mewakili HmI. Dia menganggap bahwa landasan bergerak kita adalah sense of humanity.Karena menurutnya ideologi itu terlalu mapan, agak tertutup untuk kebenaran dari luar. Diapun mengganggap anarkis sebagai sebuah ideologi, walau sempat menyebut bahwa sebagian orang tidak kesepakat.Karena memang saya tidak kesepakat anarkis disebut ideologi karena lebih pantas disebut metodologi. Nanang pun menyebut kata-kata yang pernah saya baca dari buku GanDhi, "nasionalismeku adalah kemanusiaan".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114255558713982775-8148419023682194631?l=anak2zaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak2zaman.blogspot.com/feeds/8148419023682194631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8114255558713982775&amp;postID=8148419023682194631' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/8148419023682194631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/8148419023682194631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak2zaman.blogspot.com/2008/04/anarkis-bukan-bar-bar.html' title='Anarkis bukan Bar-bar'/><author><name>Irsyanomics</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05827927880281167916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114255558713982775.post-2224366022495084474</id><published>2008-04-09T10:46:00.000-07:00</published><updated>2008-04-09T11:05:21.634-07:00</updated><title type='text'>No War But The Class War</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: times new roman;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_bMSEhkxDT_k/R_0CDcLEBkI/AAAAAAAAAFI/GMuRfJGP_UA/s1600-h/no+war+butclass.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_bMSEhkxDT_k/R_0CDcLEBkI/AAAAAAAAAFI/GMuRfJGP_UA/s400/no+war+butclass.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187304603926136386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Akhir-akhir ini saya keranjingan kembali untuk bermain game. Laptop kawan yang sering ngangur di pondokannya menjadi ajang untuk menyalurkan hobi yang sempat terhenti itu. Hobi tersebut kembali bangkit secara tak sengaja akibat melihat file game kawan yang tertera tulisan “Stronghold Crusader”. Itu merupakan salah satu game yang sering saya mainkan waktu SMA dulu. Ber-&lt;i style=""&gt;genre&lt;/i&gt; Perang Salib yakni peperangan antara Laskar Salahuddin Al-Ayyubi melawan Bala Tentara Richard I. Dalam literatur-literatur sejarah perang salib di gambarkan sebagai perang antar dua agama besar yakni Islam melawan Kristen, umat Muslim berhadapan dengan kaum Nasrani.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Terlepas dari latarbelakangnya meletusnya gelombang pertikaian bersenjata antara Kekaisaran Byzantium yang beragama Kristen Ortodoks timur dengan Dinasti Seljuk yang beragama Islam. Saya ingin melihat seluruh asal muasal peperangan dan pertikaian yang terjadi di dunia ini dari zaman kuno hingga zaman modern ini dari pendeksripsian &lt;i style=""&gt;setting-&lt;/i&gt;an game ‘Stronghold Crusader’. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Inti dari permainan di dalam ‘Stronghold Crusader’ yakni pengaturan strategi terbaik dalam perang untuk mengekspansi suatu daerah tertentu. Suatu kerajaan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk defense atau offense dari musuh. Dalam game tersebut digambarkan bahwa untuk membiayai perang yang terjadi masyarakat harus bekerja di pertanian dan pertambangan. Pembayaran pajak dari masyarakat juga menjadi pos pembiayaan perang. Pembangunan &lt;i style=""&gt;Inn-Inn&lt;/i&gt; yang menjadi tempat refresing masyarakat dijadikan pos pembiayaan perang. Untuk meningkatkan tempat penyiksaan bagi Labor(tenaga kerja) yang tidak produktif. Dan cara tersebut memampu meningkatkan produktifitas dari Labor untuk membiayai perang. Pembangunan pabrik makanan dan senjata merupakan salah satu sumber pendapatan perang juga sebagai pengefisienan ‘cost war’. Karena tidak perlu lagi membeli makanan dan persenjataan yang harganya sangat mahal, cukup dengan mengelola hasil pertaniaan dan pertambangan. Tujuan dari perang di game tersebut hanya untuk menghancur pihak musuh agar dapat menguasai factor produksi paling vital yang dimilikinya yakni Land(tanah).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Dari pengambaran di atas jika disinkronkan dengan sejarah peperangan dan pertikaian yang terjadi di muka bumi ini semua bermotifkan perebutan tanah. Hal itu dapat dilihat dari beberapa perang yang terjadi seperti ‘Perang Troy’. Walaupun ‘Perang Troy’ dilatarbelakangi oleh Paris, pangeran dari Troya, yang menculik Helen dari suaminya Menelaus, Raja Sparta. Tapi itu hanya pemantik dari terjadinya perang karena Sebelumnya Sparta memang mau menginfasi Troya untuk memperluas Tanah jajahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Begitupun dengan ‘Perang Salib’ yang menjadi latar dari game ‘Strong Crusader’ juga berlandaskan perebutan tanah, tapi dibingkai dalam perang agama. Sejarah yang mencatat ‘Perang Salib(1095-1291)’ sebagai perang terlama seakan melupakan bahwa tujuan dari perang itu untuk memperebutkan Baitul Maqdis, tanah suci agama-agama Samawi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Kalau melihat perang modern hari ini makin membuktikan jika perang-perang yang terjadi adalah perebutan factor produksi berupa tanah. Lihat saja bagaimana pengekspansian yang dilakukan oleh Amerika terhadap Afghanistan yang berkedok pencarian teroris nomor wahid Osama bin Laden ternyata upaya untuk mengeksploitasi mineral-mineral yang terkandung dalam perut tanah Afganistan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Penyerangan AS terhadap Irak juga bermotifkan penguasaan tanah-tanah di Irak yang mengandung cadangan Minyak terbesar kedua. Hal itu makin dibenarkan setelah senjata pemusnah massal yang menjadi alasan penyerangan Irak tidak dapat dibuktikan dimilki oleh rezim Saddam Husein.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Dari beberapa fakta yang terjadi bahwa selama ini yang propaganda yang dilakukan oleh para Aktifis Anti-War dengan slogan “No War But The Class War” makin menjadi kenyataan. Melihat bahwa perebutan factor-faktor produksi yang terjadi antara kelas yang bertentangan yakni kelas Penguasa dan kelas tertindas, kelas borjuis dan kelas proletar, kelas pemilik modal dan kelas pekerja menghasilkan gesekan besar yang bernama perang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Ternyata paham klasik yang dianut oleh kaum borjuis yang mengatakan kegiatan produksi besar-besar yang dilakukan dengan dalih produktifitas karena kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Telah dibantah oleh Mahatma Gandhi dengan mengatakan “Bumi ini dapat memenuhi seluruh kebutuhan manusia tapi tidak dapat memenuhi keserakahan segelintir manusia”. Dari itu sudah saatnya Semboyan ‘Anti Kapitalisme’ yang berada dibalik perang modern hari ini harus dipropagandakan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                        &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                                                                  &lt;/span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114255558713982775-2224366022495084474?l=anak2zaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak2zaman.blogspot.com/feeds/2224366022495084474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8114255558713982775&amp;postID=2224366022495084474' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/2224366022495084474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/2224366022495084474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak2zaman.blogspot.com/2008/04/no-war-but-class-war.html' title='No War But The Class War'/><author><name>Irsyanomics</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05827927880281167916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_bMSEhkxDT_k/R_0CDcLEBkI/AAAAAAAAAFI/GMuRfJGP_UA/s72-c/no+war+butclass.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114255558713982775.post-8280206325616867835</id><published>2008-04-07T08:31:00.001-07:00</published><updated>2008-04-11T06:12:13.984-07:00</updated><title type='text'>Valentine 2008 ala Geram Tolak BHP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_bMSEhkxDT_k/R_o_Ua2hXOI/AAAAAAAAADI/fVHo-PS1cnk/s1600-h/DSC00618.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_bMSEhkxDT_k/R_o_Ua2hXOI/AAAAAAAAADI/fVHo-PS1cnk/s400/DSC00618.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186527540908481762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kalau Biasa para anak muda merayakan hari valentine dengan melakukan pesta di Mall, Club dan tempat yang menjadi lambang kejayaan kapitalisme dengan budaya konsumeristiknya. Pada valentine 2008 Geram Tolak BHP merayakan dengan mengadakan Aksi penolakan terhadap RUU BHP yang merupakan produk kapitalisme dalam bidang pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114255558713982775-8280206325616867835?l=anak2zaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak2zaman.blogspot.com/feeds/8280206325616867835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8114255558713982775&amp;postID=8280206325616867835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/8280206325616867835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/8280206325616867835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak2zaman.blogspot.com/2008/04/valentine-2008-ala-geram-tolak-bhp.html' title='Valentine 2008 ala Geram Tolak BHP'/><author><name>Irsyanomics</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05827927880281167916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_bMSEhkxDT_k/R_o_Ua2hXOI/AAAAAAAAADI/fVHo-PS1cnk/s72-c/DSC00618.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114255558713982775.post-5569074168029731169</id><published>2008-04-07T08:05:00.000-07:00</published><updated>2008-04-11T06:11:06.867-07:00</updated><title type='text'>REFLEKSI TUJUH BULAN ANGKATAN “06” DI EKONOMI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 189pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="ES" &gt;Setiap generasi punya sejarahnya sendiri, oleh karena itu marilah kita melukis sejarah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita dengan tinta emas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Kalau melihat keadaan angkatan “06” sekarang ini, jangankan menggunakan tinta emas dengan tinta warna lain saja kita tidak bisa. Jangankan mengukir sejarah fenomenal membuat sejarah biasa-biasa saja kita tidak bisa. Malahan sejarah kelam telah menunggu di depan mata. Ambang kehancuran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Angkatan “06” tinggal menunggu waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagaimana tidak kawan-kawan di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Angkatan “06” sedang menanam bibit-bibit kehancuran tersebut. Sudah banyak kawan-kawan telah berani mengaktualisasikan diri dengan cara bermain domino di kampus. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang mengganggap kampus sebagai ajang pameran busana dengan memakai pakaaian yang aduhai, mengoda orang-orang yang tidak beriman. Bahkan yang paling dashyat kawan-kawan mencari uang di kampus dengan memasarkan produk-produk “Multi Level Marketing”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari bibit-bibit unggul yang telah di semai ole kawan-kawan dan siap untuk di tanam serta menghasilkan pohon yang berbuah kehancuran. Dengan siraman-siraman rohani dari birorakrat kampus serta pupuk-pupuk hegomoni yang di tabur oleh media menambah subur pohon kehancuran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di sini peran dari Lembaga kemahasiswaan menjadi hama untuk menganggu pertumbuhan pohon kehancuran tersebut. Lembaga kemahasiswaan bisa menjadi hama pengerat yang menyerang akar pohon sehingga pohon menjadi rapuh. Dengan begitu pohon kehancuran tersebut akan roboh dengan sendirinya tanpa perlu menggunakan gergaji untuk memotongnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semoga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan tulisan ini membangkitkan kesadaran kawan-kawan untuk membasmi pohon kehancuran sehingga pohon tersebut menjadi layu sebelum sempat berkembang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan kalau ada kawan-kawan yang merasa tersinggung atau merasa kenyamanannya terganggu dengan tulisan ini maka penulis mengucapkan “Mohon Maaf Lahir dan Batin”.&lt;span style=""&gt;                                                                               &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114255558713982775-5569074168029731169?l=anak2zaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak2zaman.blogspot.com/feeds/5569074168029731169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8114255558713982775&amp;postID=5569074168029731169' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/5569074168029731169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/5569074168029731169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak2zaman.blogspot.com/2008/04/refleksi-tujuh-bulan-angkatan-06-di.html' title='REFLEKSI TUJUH BULAN ANGKATAN “06” DI EKONOMI'/><author><name>Irsyanomics</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05827927880281167916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114255558713982775.post-7923537073195324088</id><published>2008-04-07T06:42:00.000-07:00</published><updated>2008-04-11T06:13:02.853-07:00</updated><title type='text'>GLOBAL WARNING FOR GLOBAL WARMING</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 0, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_bMSEhkxDT_k/R_9SccLEBlI/AAAAAAAAAFw/8G8Mtg1wh3Q/s1600-h/bukti-global-warming.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_bMSEhkxDT_k/R_9SccLEBlI/AAAAAAAAAFw/8G8Mtg1wh3Q/s400/bukti-global-warming.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187955944306509394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:times new roman;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahaya global warming telah di depan mata!!!! Karikatur anekdot di atas mengambarkan bahwa menipisnya pakaian manusia hari ini akibat dari perubahan iklim. Slogan "Back to Nature" kalau melihat dari gambar di atas maka pada tahun 2020 semua orang akan bugil karena peningkatan iklim global.  Keenganan  negara-negara maju untuk mengurangi emisi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  gas  rumah  kaca yang mereka hasilkan  akan  mempercepat  perubahan  iklim globa&lt;/span&gt;l.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i face="times new roman" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114255558713982775-7923537073195324088?l=anak2zaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak2zaman.blogspot.com/feeds/7923537073195324088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8114255558713982775&amp;postID=7923537073195324088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/7923537073195324088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/7923537073195324088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak2zaman.blogspot.com/2008/04/blog-post.html' title='GLOBAL WARNING FOR GLOBAL WARMING'/><author><name>Irsyanomics</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05827927880281167916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_bMSEhkxDT_k/R_9SccLEBlI/AAAAAAAAAFw/8G8Mtg1wh3Q/s72-c/bukti-global-warming.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114255558713982775.post-7802966948666046824</id><published>2008-01-14T06:57:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T06:59:10.405-08:00</updated><title type='text'>Genosida Yang Mengalahkan Rasa Kantuk</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Hari ini tidak ada yang istimewa, sama dengan hari-hari sebelumnya. Rutinitas harian yang tak mungkin setelah mahasiswa akan lagi kurasakan. Walaupun sangat membosankan tapi akan kukenang selamanya. Menjalani kehidupan di kampus sungguh sangat membingungkan. Atau memang hanya saya yang membuat membingung. Tapi itulah yang kurasakan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Asyik di kampus bercengkrama dengan para penghuninya membuatku sedikit kehilangan rasa bingungku. Tanpa terasa terik matahari semakin menyengat dan itu malah membuat mataku si serang rasa kantuk yang sangat. Ini akibat semalam membaca buku tentang roman cinta paling legendaris, hingga lupa waktu. Kamar salah satu kawan yang menjadi sasaran pelabuhan sementaraku. Kamar itu ku jadikan Arena pelampiasan nafsu istirahatku yang semalam terenggut oleh sebuah roman kolosal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Pojok kamar terpampang sebuah computer, yang menarik minatku unutk melihat isi dari processor yang ditanamkan di dalam CPU. Ku dapatkan file yang berisi FILM. Dari Dokumenter sampai film Indonesia populer. Perhatianku terarah pada sebuah file tanpa nama. Lalu ku gerakan mouse untuk membukanya. Tertampang di monitor sebuah tayangan yang menurutku sangat memngerikan. File yang terbuka tersebut ternyata sebuah film documenter yang menceritakan liputan-liputan para jurnalis tentang peristiwa Genosida. Inti dari pembersih atau pemusnahan etnis atau ras tertentu. Baik itu melalui pembunuhan, menciptakan kondisi yan tidak kondusif sehingga sebuah etnis terancam punah, atau menghalangi-halangi regenarasi pada sebuah etnis. Peristiwa genosida sudah sejak zaman kuno terjadi. Tapi hingga kini malah masih sering terjadi. Kasus Genosida terakhir oleh milisi Janjaweed di Sudan yang membantai kaum kulit hitam. Peristiwa Holocaust juga merupakan bagian dari genosida. Kekejaman Slobodan Milosevic dan Pol Pot dengan Khmer Merahnya contoh lain genosida. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Di jaman modern ini telah banyak hal yang dilakukan untuk mencegah Genosida yang menjadi Pelanggaran HAM berat. Setara dengan Kejahatan terhadap kemanusian, kejahatan perang. Dan kejahatan agresi. Tapi tetap saja genosida terjadi. Pertemuan sekitar yang 120 negara yang melakukan pertemuan dan menghasilkan Statuta Roma. Sehingga terbentuk MAhkamah Pidana Internasional pun tak mampu berbuat banyak. Walaupun isi dari Stuta Roma telah diratifikasi ke dalam undang-undang di 76 negara. Termasuk Indonesia lewat Undang-Undang no. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Mungkin rasa superior dari sebuah etnis dan ras sehingga menggangap yang lain harus dihilangkan belum dapat dihilangkan dengan konstitusi tersebut. Bahkan keangkuhan dari sebuah rezim otoriter tak dapat dikendalikan oleh pasukan perdamaian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Entah sampai kapan peristiwa genosida akan terus terjadi??? Pertanyaan tersebut masih belum saya dapatkan jawabannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Mungkin Genosida akan berakhir kalau kita memaknai kata-kata dari Sang Suci Gandhi “Nasionalismeku (Etnis,suku,ras, dan apapun namanya) adalah kemanusiaan”. Film documenter tersebut memberiku banyak pelajaran. Dan membuat rasa kantuk yang menyerang tak mampu menahan keinginanku untuk melihat lebih jelas peristiwa genosida… &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114255558713982775-7802966948666046824?l=anak2zaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak2zaman.blogspot.com/feeds/7802966948666046824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8114255558713982775&amp;postID=7802966948666046824' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/7802966948666046824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/7802966948666046824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak2zaman.blogspot.com/2008/01/genosida-yang-mengalahkan-rasa-kantuk.html' title='Genosida Yang Mengalahkan Rasa Kantuk'/><author><name>Irsyanomics</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05827927880281167916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114255558713982775.post-8634958410006149141</id><published>2008-01-06T05:04:00.001-08:00</published><updated>2008-01-06T05:04:52.810-08:00</updated><title type='text'>Tuntutlah Hakmu</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seorang tokoh revolusioner Iran pernah berkata"jika ingin membuat revolusi di suatu negara maka ciptaan 400 ribu intelektual yang benar-benar intelektual. kalau Gramsci menyebutnya intelektual organik. untuk menciptakan revolusi di indonesia terlebih dahulu harus didahului revolusi pendidikan. Oleh karena kepada kawan-kawan yang masih resah dan mempunyai mimpi untuk melakukan revolusi haruslah terlebih dahulu menolak komersialisasi pendidikan dan seluruh perangkat regulasi, legalisasi dan legitimasi, termasuk di dalamnya RUU BHP dan kebijakan yang membiarkan pemilik modal mengejar profit di bidang pendidikan. Untuk menciptakan Intelektual yang dapat menjalnkan fungsi intelektualnya hanya dengan memberi akses pendidikan kepada seluruh Rakyat. Jadi Kalau Pendidikan Gratis maka terwujudnya 400 ribu yang dapat menjadi pemantik untuk terjadinya Api Unggun Revolusi tinggal menunggu waktu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Darmanytias, salah seorang pengamat pendidikan, pernah mengatakan "jika pendidikan itu mahal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka siapa lagi yang mau jadi relawan dan melaksanakan kerja-kerja sosial". Tapi kawan-kawan harus terhadap kapitalisme dan seluruh kaki tangannya karena mereka dapat dengan mudah membuat antitesa dari kapitalisme menjadi sebuah sintesa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;. Jadi kawan harus membulatkan tekad untuk menolak BHP dan segala bentuk komersialisasi pendidikan. Jangan sekali-kali terbujuk oleh rayuan manis dan siraman rohani yang dilakukan oleh BIrokrat kampus dan para pejabat korup. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Karena Tidak mungkin "Seorang Penjual Roti membuat roti terbaiknya, untuk makan malam kita karena kebaikan hatinya, tapi karena kepentingan pribadinya.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Jadi mungkin sudah saatnya para Generasi tua yang korup dan kawan yang sudah merasa tua dan tak mau bergerak dikumpul di Lapangan PKM Unhas dan dieksekusi oleh para generasi Muda yang masih ingin melihat keadilan dan kesejahteraan seluruh umat manusia, tegak di muka bumi. Karena alam ini sanggup memenuhi seluruh kebutuhan hidup manusia tapi tidak dapat memenuhi keserakahan sekelompok orang yang bernama kaum borjuis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tapi jika mahasiswa dan para generasi muda tidak mau menuntut haknya, biarlah mereka ditindas sampai akhir hayatnya oleh para penguasa korup. Akhirnya tiba pada suartu masa dimana Keadilan dapat ditegakkan dan kesejahteraan rakyat dapat direalisasikan. Tak ada lagi kesenjangan yang dapat membuat rakyat bergerak, tak adalagi kekerasan yang dilakukan oleh para penguasa. Tapi itu semua dapat terwujud jika kawan menuntut dilaksanakanya "pendidikan Gratis" di negeri yang subur ini (bahkan jika kita menanam tongkat sekalipun akan tumbuh). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bila suatu negara sudah tidak dapat memenuhi hak-hak rakyatnya maka sudah saatnya kita membubarkan Negara yang seenak perutnya mengklaim kita sebagai rakyatnya. cukup sekian dulu celetoh dari seekor camar tolol yang resah melihat keadaan sebuah negeri yang para petaninya harus makan Nasi aking. sebelum saya mengakhiri tulisan ini ada baiknya saya menutupnya dengan beberapa kata yang mungkin dapat membangkitkan semangat perlawanan kita "Wahai anak muda jangan pernah takut menuntut hak kalian karena kalian adalah Pemilik sah masa depan Bangsa".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114255558713982775-8634958410006149141?l=anak2zaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak2zaman.blogspot.com/feeds/8634958410006149141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8114255558713982775&amp;postID=8634958410006149141' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/8634958410006149141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/8634958410006149141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak2zaman.blogspot.com/2008/01/tuntutlah-hakmu.html' title='Tuntutlah Hakmu'/><author><name>Irsyanomics</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05827927880281167916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114255558713982775.post-615517596562790306</id><published>2007-12-04T07:18:00.000-08:00</published><updated>2007-12-04T07:36:29.320-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak-anak ibu pertiwi'/><title type='text'>ORGANISATORIS OPORTUNIS</title><content type='html'>Tulisan ini berangkat dari realita lembaga kemahasiswaan saat ini. Baik itu lembaga eksternal maupun internal. Bahwa saat ini lembaga sudah melenceng dari frame yang ada. Lembaga sekarang ini dihuni oleh opurtunis yang mengunakan lembaga unuk kepentingan pribadi. Apa itu oportunis? Pertanyaan itu pasti muncul dibenak anda. Kalau soe Hok Gie mengatakan ada dunia pilihan menjadi manusia di Indonesia yakni idealis dan apatis. Tetapi tidak sempat menyebutkan atau sudah memasukkan tipe oportunis ke dalam apatis atau idealis. Karena oportunis juga menjadi salah tipe manusia Indonesia, bahkan tipe ini yang paling banyak. Oprtunis merupakan tipe yang mengambil kesempatan yang paling menguntungkan dirinya. Kembali ke lembaga yang kehilangan nilai historisnya. Lembaga yang secara historis sebagai tempat berjuang sudah jauh ditinggalkan. Berganti menjadi lembaga sebagi tempat kita memperbanyak jaringan untuk masa depan (kehidupan pasca kampus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut dapat dilihat pada selembar kertas yang katanya adalah “Falsafah Berlembaga”. Dalam salah satu poinnya bertuliskan “Di lembaga kemahasiswaan tempat kita untuk memperbanyak kawan/jaringan untuk masa depan(kehidupan pasca kampus) bukan tempat memperbanyak musuh/lawan”. Sepakat bahwa lembaga tempat untuk memperbanyak kawan dan bukan memperbanyak musuh. Tetapi untuk memperbanyak jaringan untuk masa depan (kehidupan pasca kampus) ini yang menimbulkan penafsiran ganda (ambiguitas). Kalau penafsiran saya terhadap poin tersebut dari melihat realita yang ada. Lembaga dijadikan salah satu dijadikan ladang untuk mendapatkan kepentingan pribadi. Entah penafsiran yang dilakukan sang pembuat “Falsafah Berlembaga” itu beda. Mirip dengan perluasan jaringan yang dilakukan oleh MLM dan MNC. Untuk menjelaskan MLM dan MNC mungkin tidak terlalu penting karena mahasiswa ekonomi pasti lebih tahu hal ini. Melihat fakta yang ada di ekonomi sudah banyak mahasiswa yang menjadi gurita MLM. Dan makin banyak yang mempersiapkan diri menjadi kaki tangan MNC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang terus-menerus menjadi alasan klasik sang oportunis adalah tuntutan Orang tua. Sehingga fungsi meraka sebagai mahasiswa terkikis oleh tugas anak yang harus berbakti pada ortu. Mungkin itu yang sekarang dihadapi oleh para ketua lembaga, pengurus terasnya, hingga para pengurus cunddekeng untuk berorganisasi. Hal ini bisa saja benar melihat lembaga yang sudah tidak punya gaung, karena hanya dijadikan arena perluasan jaringan oleh para organisatoris oportunis. Kalau hal memang benar terjadi, saya ingin kembali membuka memori sang oportunis tentang sebuah film kolosal “Naga Bonar 1”. Dimana dalam sebuah adegan Naga Bonar harus mengendong sang Ibu di tengah peperangan yang berkecamuk. Naga bonar telah membuktikan bahwa tugasnya kepada Negara dapat dilaksanakan tanpa meninggalkan tugasnya sebagai seorang anak. Seharusnya para pengurus maupun mahsiswa lainnya menjadikan Naga bonar sebagai contoh. Agar doktrin-doktrin fungsi mahasiswa pada pengkaderan awal tidak hanya pada tataran retorika tapi sudah dipraksiskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga kemahasiswaan yang diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis. Kini sudah termakan bujukan kapitalisme. Senasib dengan sekolah-sekolah formal yang hanya menciptakan robot-robot kapitalisme. Lembaga yang dahulu merupakan alternatif untuk menjungkir balikan logika kapitalisme. Sekarang malah menjadi salah satu pabrik kapitalisme untuk menciptakan labor yang potensial. Kalau Gramsci menyebutnya Intelektual Mekanik. Sehingga lembaga dan orang-orang di dalamnya menjadi menara gading. Semakin enggan melihat ke bawah (hilang jiwa sosial).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kongres Senat Mahassiswa Ekonomi beberapa waktu yang lalu. Ada sebuah wacana yang sangat radikal. Salah satu kawan merekomendasikan untuk membubarkan lembaga kemahasiswaan. Sejalan dengan kebijakan yang pernah diambil oleh Gus Dur saat masih menjadi presiden untuk membubarkan Parlemen(MPR/DPR). Bagi sebagian besar orang itu hal yang gila dan mengada-ada. Tetapi Gus dur dan kawan yang menginginkan pembubaran lembaga mungkin punya dasar yang kuat. Kita lihat sekarang bagaimana MPR/DPR dipenuhi oleh tikus-tikus yang terus mengerogoti uang rakyat. Begitu juga dengan lembaga kemahasiswaan yang di huni oleh para “oportunis” yang sebentar lagi akan bermetamorfosis menjadi “Borjuis imut-imut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan tidak bermaksud menyudutkan siapa-siapa. Ini hanya pendekskripsian subjektifitas penulis melihat keadaan lembaga hari ini. Kalau anda merasa tersinggung atau dizhalimi oleh tulisan ini. Jangan merobek kertasnya tetapi robek tulisan ini dengan wacana tandingan. Anda dapat membuat antitesa dari tesa ini, sehingga akan lahir sebuah sintesa. Mungkin ini hanya sebuah proses dialektika. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114255558713982775-615517596562790306?l=anak2zaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak2zaman.blogspot.com/feeds/615517596562790306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8114255558713982775&amp;postID=615517596562790306' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/615517596562790306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/615517596562790306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak2zaman.blogspot.com/2007/12/organisatoris-oportunis.html' title='ORGANISATORIS OPORTUNIS'/><author><name>Irsyanomics</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05827927880281167916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114255558713982775.post-1148416328254206695</id><published>2007-12-04T06:59:00.000-08:00</published><updated>2008-04-07T07:09:46.727-07:00</updated><title type='text'>ANAK-ANAK IBU PERTIWI</title><content type='html'>&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);font-size:12;" &gt;Hari ini kembali saya dipecundangi oleh matahari. Sang surya lebih dulu menyapa saya. Ada kesenangan tersendiri jika dapat menyapa sang mentari terlebih dahulu. Langsung saja saya beres-beres untuk segera ke kampus. Walaupun hari ini adalah hari libur. Tetapi ada janjian dengan kawan untuk membahas tentang penerbitan kampus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Seperti biasa saya langsung menuju ke jalan yang dilalui oleh pete-pete kampus. Di atas pete-pete telah ada 2 orang anak yang didampingi oleh ibunya masing-masing. Sungguh riang kedua anak tersebut. Kira-kira usia kedua anak tersebut sekitar 5 tahunan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Saat pete-pete jalan kembali. Salah seorang dari anak itu berujar kepada ibunya bahwa lebih enak naik taksi. Anak berambut ikal tersebut mengatakan di sini (pete-pete) sangat panas. “ Nanti saja, pulang dari kantor mama baru kita naik taksi”, balas ibu dari anak yang berambut ikal tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Sepertinya anak yang berambut lurus terurai kayak tidak mau kalah. Dengan sedikit meregek kepada ibunya. Dia mengatakan ingin ke mall setelah kembali kantor ibunya.”Baiklah tetapi kita ajak juga Bella”, timpal ibu anak yang berambut lurus sambil melirik ke anak yang berambut ikal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Dengan semangat kedua anak mengatakan apa yang ingin dilakukan di mall. Ada yang ingin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bermain salju. Ingin makan di McD (Mcdonald). Bahkan salah satu dari mereka mengucapkan ingin ke Score. Sungguh miris rasanya mendengar seorang anak yang barangkali belum menginjak bangku sekolah sudah ingin ke tempat hiburan malam. Tambah miris lagi hati ini saat melihat ibu dari anak tersebut hanya tersenyum mendengar ucapan anaknya. Melihat tingkah laku kedua anak tersebut saya langsung teringat dengan sang keponakan. Seminggu yang lalu saat kakakku nginap di rumah. Kebetulan kakakku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tinggal di rumah mertuanya. Saat itu kedua orangtuanya ingin membawanya jalan-jalan ke mall. “Ini debut pertama Salsa ke mall”, ujar bapak sang keponakan, yang juga kakak kandung saya. Dengan ceplos saya menimpali bahwa jangan sering-sering bawa anak ke mall. Bisa-bisa nanti kalau besar hanya akan jadi SPG di mall. Bukan bermaksud merendahkan tapi pekerjaan tersebut. Tapi hanya untuk menakuti-nakuti sang kakak. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Maklum umur sang keponakan belum genap setahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Kalau mendengar kata mall saya langsung teringat ucapan beberapa senior di kampus. Salah seorang senior pernah berkata mall sekarang telah menjadi pusat gravitasi bumi. Pertama-tama saya tidak mengerti dengan ucapan sang senior. Tetapi setelah melihat bahwa manusia-manusia saat ini hanya dapat dikumpul pada suatu titik yang bernama mall.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Bahkan salah seorang senior pernah mengucapkan kepada saya. Bila kita mengelilingi mall sebanyak tujuh kali. Maka kita sudah bisa menyandang gelar “Haji mall’. Benar-benar kata-kata yang sangat&lt;i style=""&gt; ekstreme &lt;/i&gt;yang meluncur dari bibir seorang mahasiswa. Dia mengibaratkan bahwa mengelilingi mall itu sama dengan ritual Tawaf. Yaitu salah satu bagian dari rukun Islam yang kelima. Bahwa syarat untuk seorang muslim mendapat gelar haji jika melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Karena sangat asyik mengkhayal. Saya tidak mengetahui saat seorang bocah berdiri tepat di samping pete-pete. Bocah tersebut kira-kira seusia dengan anak-anak yang berada di pete-pete. “Murah…murah…Cuma seribu”,teriak bocah tersebut sambil mengangkat-angkat koran terbitan nasional. Lalu sopir pete-pete memberikan selembar uang seribu kepada sang bocah. Dan bocah tersebut menyodorkan koran yang tadi dia angkat-angkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Saat melihat bocah penjual Koran itu kembali saya mengkhayal. Sungguh kontras keadaan negeri ini. Dimana beberapa anak dapat bermain dan berbelanja di mall. Seperti anak-anak yang ada di pete-pete dan sang keponakan saya. Walaupun mereka tidak sadar, orangtuanya telah menanamkan budaya konsumeristik. Di lain sisi ada seorang bocah yang rela mempertaruhkan nyawa. Berseliweran di antara kendaraan-kendaraan yang sewaktu-waktu siap menyerempet. Menjajakan koran, demi sesuap nasi untuk kelangsungan hidupnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Teringat dengan lirik lagu Iwan Fals. Saya ingin berteriak kepada seluruh anak-anak ibu pertiwi. Bangunlah untuk meninju congkaknya dunia. Bangkitlah untuk menghantam sombongnya dunia ini. Ingat kalian adalah harapan ibu pertiwi. Pemilik sah masa depan bangsa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114255558713982775-1148416328254206695?l=anak2zaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak2zaman.blogspot.com/feeds/1148416328254206695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8114255558713982775&amp;postID=1148416328254206695' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/1148416328254206695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/1148416328254206695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak2zaman.blogspot.com/2007/12/anak-anak-ibu-pertiwi.html' title='ANAK-ANAK IBU PERTIWI'/><author><name>Irsyanomics</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05827927880281167916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114255558713982775.post-3647231297280809813</id><published>2007-12-04T06:44:00.000-08:00</published><updated>2007-12-04T06:45:29.460-08:00</updated><title type='text'>Matinya Roh Kelembagaan</title><content type='html'>(Tangggapan Atas Perang Wacana “Preman Musiman” dan “Malaikat Kesiangan”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama nian ku tak melihat perdebatan wacana di Ekonomi. Sebuah Tesa yang ditulis oleh “Malaikat Kesiangan”(Versi Preman Musiman) dibalas sebuah Antitesa oleh “Preman Musiman”(tuduhan Malaikat Kesiangan). Perang wacana menurut penulis adalah suatu keharusan yang terjadi di Kampus. Walaupun oleh seorang mahasiswa menyebutnya sebagai sebuah “provokasi”. Tapi penulis merasa bahwa itu sebagai sebuah budaya ilmiah di kampus. Asal tidak ditanggapi dengan “Esmosi”(kok seperti istilah disalah satu acara TV…maksudnya Emosi).&lt;br /&gt;Persilahkan penulis untuk menjadi “provokator” dalam perdebatan wacana yang mulai muncul di Ekonomi. Hingga suatu hari nanti akan lahir sebuah Sintesa, karena penulis berharap semua mahasiswa ekonomi ikut dalam perang wacana ini. Sehingga budaya liteter yang sempat menjadi angan-angan dari seorang kawan dalam Visi dan Misi-nya saat pemilihan Ketua Himpunan dapat terwujud (tidak usah susah-susah buat Sekolah Menulis, langsung saja Aplikasikan di Mading).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Preman musiman memang meresahkan. Ibarat para Pertapa(bukan “Pertapa Genit”, sebutan Naruto kepada Gurunya&gt;Jirayya), selama ini tak menampakkan batang hidungnya n turun gunung saat musim jamur tiba serta melahap semuanya. Maba, Panitia, bahkan Pengurus lembaga menjadi lahan aktualisasi mereka. Cacian, makian, tendangan serta pukulan adalah metode yang mereka gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyalahkan meraka akibat mandegnya pengkaderan selama ini a/ sebuah kesalahan tapi penulis tidak ingin menyebutnya sebagai kesalahan berpikir(mengutip dari Rekayasa Sosial). Sama seperti koment seorang kawan yang mengatakan bahwa kemalasan mahasiswa berlembaga akibat menjamurnya Mall, sehingga orang lebih senang ke Mall daripada mampir di lembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin yang kawan maksud itu tidak salah, tapi kalau sampai mengatakan itu adalah penyebab utama(Mall) dan para Preman Musiman yang harus bertanggung jawab, secara pribadi tidak sepakat karena yang menjadi Penyebab utama mandegnya pengkaderan dan harus bertanggung jawab adalah Lembaga kemahasiswaan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini apa yang telah dilakukan lembaga terhadap KeMa. Bahkan hari ini lembaga sudah kehilangan Barganingnya sehingga satu per satu otoritasnya dipreteli. apa coba yang di dapat saat mengikuti pengkaderan? Embel-embel keluarga mahasiswa.. Aduh sungguh memalukan, kalau ternyata hanya itu yang didapat, saya bersedia menanggalkan embel-embel tersebut kalau&lt;br /&gt;itu masih melekat sama saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jika mahasiswa tidak menuntut haknya,,biarlah meraka ditindas sampai mati oleh dosen korup"(Gie)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu untuk mengatasi kemandekan pengkaderan dengan menuntut kembali otoritas dari lembaga yang telah di rampas oleh birokrat...Biarkanlah mereka mengambilalih PMB dengan kebijakan 1 bulan setelah baru membolehkan lembaga untuk mengadakan pengkaderan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kawan harus menuntut kepada mereka(birokrat busuk) 1 sks dalam kurikulum, ini sebagai posisi tawar lembaga kepada maba...walaupun terasa sangat pragmatis tapi itu lebih baik daripada menjanjikan maba dekat dengan pengusaha n penguasa(aduh sungguh memalukan)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sudah sangat perlu dilakukan supaya lembaga tidak lagi kelimpungan saat PMB...Setelah itu lembaga harus memperbaki sistem pengkaderan dengan menutup or minimalisir ruang gerak dari oknum dan para oportunis yang menjadikan lembaga sebagai ruang aktualisasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menciptakan kader yang radikal adalah harga mati dari lembaga kemahasiswaan...karena lembaga kemahasiswaan adalah benteng terakhir rasionalitas untuk menghadapi kepungan kapitalis...harapan ada di tangan lembaga setelah tembok Universitas telah diruntuhkan oleh kapitalis...selamat berjuang kawan,,karena hanya yang berdarah yang berhak bicara...revolu$i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Preman Musiman yang merasa bahwa lembaga tidak memberi mereka ruang untuk bergerak menjadikan alasan untuk melakukan tindakan brutal. Penulis merasa hal itu tidaklah logis dan mengada-gada. Karena selama ini para Preman musiman tetap menjadi Pengurus lembaga, bahkan masih diberi ruang untuk tampil dengan membawakan materi. Atau kalian ingin tampuk tertinggi dalam Lembaga Kemahasiswaan Ekonomi(hehe…Sungguh tinggi cita-citamu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi kepada para Preman Musiman yang merasa bahwa Pengkaderan hanya milik para orang Cerdas. Penulis hanya mau bilang “Ya, iyalah”. Ini kampus loh, jadi budaya-budaya ilmiah harus terus dilakukan. Kalian pasti tau bahwa ini bukan Parkiran or pasar yang bisa dijadikan pangkalan jatah, bahkan kampus bukan Café dan Bar yang mempunyai legalisasi untuk menjadi tempat kalian minum-minum(eeeh…liat Ka eeh.. Mabok ka). Kita bersama-sama pasti mengetahui Falsafah Pelangi. Bahwa Pluralisme adalah sebuah kemutlakan. Tapi kita juga harus paham keindahan pelangi karena perbedaannya tidak keluar dari koridor yang telah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada seluruh pembaca, penulis ingin mencerikan sebuah kisah. “Dahulu kala ada sebuah tempat yang bernama Tanah Merah. Dimana preman sering juga meneriakkan penolakkan terhadap penindasan terhadap rakyat. Para preman juga seiring baca buku. Mereka masih sering kajian. Saat kawan-kawannya turun ke jalan dan terpaksa harus berhadapan dengan tindakan progresif aparat, mereka berdiri di barisan terdepan untuk membobol blokade aparat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga perang Wacana akan terus berlanjut. Walau penulis akan menjadi musuh bersama dari Preman Musiman dan malaikat kesiangan. Ingat ini kampus jadi jari-jemari yang telah mengepal tidak dapat dijadikan senjata. Tapi yang menjadi senjata adalah jari-jemari yang mengoreskan tinta pena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat Penulis kepada orang telah melakukan perang wacana di Ekonomi. Penulis banyak belajar dari kalian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Kenanganku, sehari pasca genderang perang wacana telah ditabu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114255558713982775-3647231297280809813?l=anak2zaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak2zaman.blogspot.com/feeds/3647231297280809813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8114255558713982775&amp;postID=3647231297280809813' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/3647231297280809813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/3647231297280809813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak2zaman.blogspot.com/2007/12/matinya-roh-kelembagaan.html' title='Matinya Roh Kelembagaan'/><author><name>Irsyanomics</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05827927880281167916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114255558713982775.post-6117764115589316335</id><published>2003-11-03T18:07:00.000-08:00</published><updated>2007-11-03T03:07:33.443-07:00</updated><title type='text'>DEHUMANISASI PENGKADERAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;SETIAP HEMBUSAN NAFAS ADALAH PENGKADERAN , SETIAP DENYUT NADI ADALAH PENGKADERAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Masih terngiang di telinga kami para mahasiswa baru kalimat tersebut. Kalimat –kalimat seperti itu menjadi hal wajib yang harus di ucapkan oleh señior2 di setiap momen-momen pengkaderan baik itu pengkaderan di lembaga eksternal maupun di lembaga internal, baik di pengkaderan formal maupun di pengkaderan non-formal . Kami para mahasiswa baru diajarkan tentang Ketuhanan, Kenabian, Kemanusiaan, Eskatologi dan masih banyak teori-teori lain baik itu filsafat maupun realita sosial.&lt;br /&gt;    Wahai señior- senior yang saya hormati walaupun kalian bukan bendera, mengapa materi-materi yang sering kalian bawakan hanya mentok di mulut kalian tidak sampai ke wilayah praktek.Kami tidak butuh teoritis yang kami butuhkan praksis. Kami tidak ingin retorikamu yang, kami ingin tindakan riil dari kalian.&lt;br /&gt;Wahai señior, kader-kader seperti apa yang kalian inginkan. Kalian ingin kader yang jago berdebat ataukah kalian ingin kader-kader yang selalu mengikuti semua perkataan kalian (mapa iye). Apakah kalian tidak ingin mendidik kader-kader yang kritis yang bisa menentukan pilihannya sendiri sehingga pada tataran yang sangat substansial yaitu pada pemilihan Ketua Senat, Ketua Himpunan , dan anggota Maperwa, kalian juga mengintervensi kami. Ataukah memang kalian mendidik kami untuk dijadikan budak.&lt;br /&gt;    Kalian merasa memiliki sepenuhnya hak terhadap diri kami sehingga hak kami untuk memiliki hak tersebut pun kalian sudah cabut dan dalam istilah hukumnya kami telah dianggap mati perdata. Sekali lagi pada para senior didiklah kami menjadi seorang kader tapi jangan didik kami menjadi budak kalian, yang selalu membenar-benarkan kalian .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada kawan-kawan mahasiswa angkatan “06”, marilah bersama mengalang kekuatan untuk melawan segala bentuk doktrin tidak sehat oleh para senior. Kita tidak boleh menjadi “Korban Retorika Senior”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini penulis buat, bukan untuk menyudutkan atau memojokkan Siapa2, tulisan ini hanya refleksi atas keadaan Fakultas Ekonomi menjelang Pemilu Raya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114255558713982775-6117764115589316335?l=anak2zaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anak2zaman.blogspot.com/feeds/6117764115589316335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8114255558713982775&amp;postID=6117764115589316335' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/6117764115589316335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114255558713982775/posts/default/6117764115589316335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anak2zaman.blogspot.com/2003/11/dehumanisasi-pengkaderan.html' title='DEHUMANISASI PENGKADERAN'/><author><name>Irsyanomics</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05827927880281167916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
